<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334</id><updated>2011-04-21T18:56:53.754-07:00</updated><title type='text'>Motivasi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-2784248038727796956</id><published>2008-09-15T23:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T23:51:51.309-07:00</updated><title type='text'>Banyak Mendengar Dan Rendah Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Kundiyarto Prodjotaruno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Banyak mendengar dan rendah hati sejatinya saling bertautan. Sifat banyak mendengar yang dipunyai oleh seseorang, niscaya akan berdampak atau berpotensi menjadikan orang tersebut bersifat rendah hati. Sebaliknya, orang yang bersikap rendah hati (&lt;em&gt;humble&lt;/em&gt;) akan lebih banyak mendengar.   Mengapa demikian ?  Salah satu ciri kerendahan hati adalah mau mendengar pendapat, saran dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahwa Tuhan memberi kita dua buah telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja, kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan.  Harus diakui, kegiatan mendengar bukanlah suatu pilihan yang kita ambil dengan perasaan suka cita. Hampir bisa dipastikan, kebanyakan orang lebih suka berbicara bukan ?  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Cobalah bercermin ke diri kita sendiri. Kita senang mengungkapkan gagasan-gagasan kita. Kita juga merasa lebih enak memperkenalkan posisi, menonjolkan pendapat dan perasaan kita. Sebenarnya, kebanyakan orang tidak ingin mendengar seperti halnya keinginan mereka berbicara dan didengarkan. Karena itulah kita lebih memusatkan perhatian pada kata-kata yang akan kita ucapkan daripada memberi perhatian penuh pada apa yang diutarakan orang lain. Selain itu, kita sering menyaring kata-kata orang lain berdasarkan pendapat dan kebutuhan kita sendiri. Jika kita melihat sisi negatif, mendengarkan orang yang sedang berbicara terkadang tanpa kita sadari terasa membebani kita. Namun jika kita selalu melihat sisi positif, dengan mau mendengarkan orang lain, kita dapat memecahkan sebagian besar&lt;br /&gt;masalah yang sedang dihadapi oleh orang tersebut. Mendengar juga berarti mau membuka diri dan menerima. Suatu sifat yang menggambarkan kerelaan untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain maupun diri kita sendiri. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sikap rendah hati, mengharuskan kita membuang ego jauh-jauh. Dan hal ini, kadang bagi sebagian orang sangat sulit dilakukaan ! Di antara sekian banyak ego antara lain adalah ego ingin menonjol, ingin dominan, ego ingin lebih dikenal ataupun ego ingin selalu didengar dan diperhatikan orang lain. Ego-ego ini akan sulit dihilangkan jika kita tidak mempunyai keinginan untuk berubah dari yang bersikap sombong mau menang sendiri berubah menjadi bersikap rendah hati. Jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, sifat orang yang tidak rendah hati, diantaranya adalah &lt;em&gt;pertama, tidak bisa menerima kritikan walaupun itu sesuatu yang konstruktif.&lt;/em&gt;   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Ketika menerima kritikan, hal pertama yang dilakukan adalah menolak dan mencari alasan pembenaran untuk menutupi kelemahannya. Jika kita melihat dari sisi positif kritikan sebenarnya adalah ungkapan tulus orang lain yang mau menunjukkan kekurangan yang ada pada diri kita. Justru seharusnyalah kita berterimakasih jika ada teman atau sahabat yang bersedia mengkritik. Namun harus diakui kebanyakan dari kita lebih suka minta dipuji daripada dikritik. Kemudian yang &lt;em&gt;kedua, tidak mau menerima kelebihan yang dimiliki orang lain&lt;/em&gt;. Idealnya, segala sesuatu yang menunjukkan kelebihan positip yang dimiliki orang lain hendaknya dikagumi. Sejatinya, mengagumi kelebihan orang lain, akan menjadikan kita terobsesi untuk meneladani orang tersebut.  Belajar dari kelebihan orang lain akan membantu kita untuk mengoreksi sikap-sikap kita yang selama ini tanpa kita sadariu banyak kekurangannya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda pernah mendengar peribahasa Jawa yang berbunyi &lt;em&gt;"ngluruk tanpa bala &lt;/em&gt;(menyerang tanpa pasukan)&lt;em&gt;, menang tanpa ngasorake &lt;/em&gt;(menang tanpa harus menindas)&lt;em&gt;, lan sugih tanpa bondo &lt;/em&gt;(kaya tanpa harta)&lt;em&gt;"&lt;/em&gt;. Sejatinya makna filosofis yang terkandung dari ajaran itu sangat dalam!  Penjelasan dari peribahasa itu adalah; dalam memenangkan suatu persaingan, kita tidak perlu menunjukkan kehebatan maupun memamerkan apa yang kita miliki.  Bahkan, ketika kita menang sekali pun, tidak perlu kita pamer atau menunjukkan kesombongan atau mempermalukan pesaing atau kawan kita.. Dari beberapa penjelasan di muka, kiranya dapat disimpulkan, &lt;strong&gt;bahwa hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati ! &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa nyaman dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minderJim Collins, pakar management kondang, dalam bukunya yang sangat bagus, &lt;em&gt;Good to Great&lt;/em&gt;, mengajarkan kepada kita, bagaimana sikap rendah hati itu harus dimiliki oleh para pemimpin masa kini.   Ada beberapa hal yang menarik dari hasil penelitian Collins dan dua puluh orang asistennya selama lima tahun dengan metodologi ilmiah yang sangat solid, yang menjadi bahan dasar buku  tersebut. Dari awal, Collins sudah berkali-kali berpesan kepada tim risetnya untuk tidak memedulikan faktor pemimpin dalam mencari kunci sukses perusahaan. Ia sadar bahwa kepemimpinan memang cenderung "bersifat romantis" yaitu kalau perusahaan sukses, itu pasti karena pemimpinnya, demikian juga kalau gagal jangan selalu menyalahkan anak buah. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Menurut Collins, pemimpin yang disebut sebagai "Level 5 Leaders" adalah para pemimpin yang rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, bahkan cenderung pemalu. Mereka menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa berupaya mencari perhatian dan pujian publik. Apabila mereka berhasil, mereka selalu berusaha untuk memberi kredit kepada orang lain atau hal lain di luar diri mereka. Apabila ada kegagalan, mereka bertanggung jawab secara pribadi dan tidak mencari kambing hitam. Ambisi mereka adalah untuk kelanggengan perusahaan, bukan penggemukan dan kepentingan diri.   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Patih Gadjahmada, Ahmadinejad, Soekarno, SBY, Ciputra adalah contoh-contoh pemimpin yang memenuhi sebagai "Level 5 Leaders". Apakah Anda setuju?Salam perjuangan! &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;strong&gt;Kundiyarto M. Prodjotaruno&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;-  Bekerja di kantor konsultan manajemen, keuangan dan bisnis;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;-  Penulis di bidang management dan motivasi&lt;/em&gt;&lt;em&gt;-  Penulis bisa dihubungi di  &lt;/em&gt;kundiyarto@gmail.com &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-2784248038727796956?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/2784248038727796956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=2784248038727796956' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/2784248038727796956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/2784248038727796956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/09/banyak-mendengar-dan-rendah-hati.html' title='Banyak Mendengar Dan Rendah Hati'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-5304929539848077174</id><published>2008-09-05T02:29:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T02:31:58.684-07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Anak-anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Final Prajnanta&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: Arial;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;inggu lalu saya menyempatkan diri menemani anak saya Bunga yang masih duduk di TK dalam festival &lt;em&gt;marching band&lt;/em&gt; memperebutkan Piala Presiden.  Lomba yang diikuti anak-anak TK se &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; ini sangat menarik minat saya. Banyak hal yang saya pelajari dari mengikuti perlombaan ini. Hal yang mengagumkan adalah melihat anak-anak TK ini bermain &lt;em&gt;marching band&lt;/em&gt; dengan sangat apik dan penuh disiplin. Kalau dilihat dari keseriusan masing-masing peserta, boleh dikata kemampuannya berimbang. Yang membedakan adalah sang juara menampilkan keunikan yaitu harmonisasi antar alat yang dibawakan dan harmonisasi antar gerakan dan kepiawaian bermain musik secara masal. Hal yang sangat tidak mudah meskipun dilakukan oleh orang dewasa seperti kita.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sejujurnya saya sempat &lt;em&gt;nervous &lt;/em&gt;pada saat sehari sebelumnya menyaksikan gladi resik penampilan TK Al-Azhar BSD tempat anak saya Bunga bersekolah. Terlihat pada saat gladi resik, anak-anak TK ini masih belum siap sehingga dimarah-marahi oleh pengajarnya. Namun di luar dugaan pada saat perlombaan sesungguhnya mereka bisa tampil luar biasa dan penuh disiplin. Bahkan Bunga dkk bisa merebut piala Presiden sebagai juara umum melengkapi gelar ke-4 juara umum lainnya dalam setahun ini! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Apa yang bisa kita pelajari dari kesuksesan anak-anak TK ini?&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Masa anak-anak selalu menarik dicermati. Bunga, anak yang baru 6 tahun ini sangat disiplin. Setiap ada latihan marching band pagi hari dia selalu bangun pagi saat subuh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jika latihannya jam 7 pagi dia siap berangkat pada jam 6 pagi. Bersama anak-anak seusianya dia selalu berlomba-lomba untuk hadir paling pagi di sekolah. Mereka akan selalu belajar dan bekerja keras sampai apa yang diinginkan pelatih marching bandnya tercapai. Berdisiplin, kepanasan di bawah terik matahari pun tidak dihiraukan. Ketika saya tanyakan ke Bunga apa keinginannya kok mau-maunya berpanas-panasan latihan, dengan simpel dia menjawab kalau keinginannya adalah mendapatkan piala besar di setiap kejuaraan tanpa pernah terpikirkan mungkin kans untuk menang sangat tipis. Bagaimana dengan kita orang dewasa? Sejujurnya kita susah berdisiplin dalam segala hal. Sangat jarang di antara kita yang rajin berolah raga walau kita semua tahu olah raga itu sangat diperlukan untuk kesehatan kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sangat jarang di antara kita yang datang ”on time” jika ada janji. Terkadang juga kita bekerja atau berkarya dengan target yang tidak jelas atau bahkan tidak mempunyai target sama sekali. Terkadang kita terlalu mengecilkan diri kita sendiri, terlalu takut sebelum ”berperang”. Hanya terkesan membatalkan kewajiban. Aneh bukan? Belajar dari anak kecil, untuk sukses kita harus disiplin dan mempunyai target yang jelas untuk dicapai!&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kalau kita perhatikan bayi belajar jalan, mungkin kalau dihitung akan lebih dari 200 kali bayi itu jatuh namun dia bangkit lagi. Hingga dia bisa berjalan! Sementara kita orang dewasa, jika mengalami kegagalan bertubi-tubi tentu akan menganggap hal itu sudah menjadi ”nasib jelek” dan sangat susah diubah. Mungkin Abraham Lincoln adalah contoh terbaik sebagai manusia yang penuh kegagagalan, namun beliau bangkit dan bangkit terus yang akhirnya mengantarkannya menjadi Presiden Amerika Serikat. Kegagalan bukanlah kiamat. Kegagalan adalah proses yang harus kita lalui sebelum menemukan jalan sukses. Kegagalan membantu kita mengevaluasi diri atas kesalahan-kesalahan yang mungkin ada. Jika kita amati buah durian, maka di antara duri-duri yang tidak teratur akan terdapat beberapa ”jalan” yang terbentuk dari duri-duri yang teratur susunannya. ”Jalan” inilah yang diciptakanNya sebagai pembuka kenikmatan buah durian itu. Sama halnya kehidupan, jalan menuju kesuksesan sebenarnya terhampar di depan mata kita, hanya terkadang tersamarkan dengan jalan-jalan menuju kegagalan. Tugas kitalah untuk menemukan jalan kesuksesan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Anak-anak akan selalu polos dan jujur. Jika suatu ketika kita sedang capek, sementara ada telepon yang terus berdering mungkin kita akan menyuruh anak kita mengangkat telepon untuk mengatakan bahwa orang tuanya tidak ada. Tetapi namanya juga anak-anak akan selalu bilang ”Ayah ada, namun lagi capek jadi saya disuruh bilang kalau ayah tidak ada.” Mungkin anda pernah mengalaminya bukan? Jujurlah kepada diri sendiri sebelum kita menerapkan jujur kepada orang lain dan jangan sekali-kali mengajari anak berbohong.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Anak-anak dengan kepolosannya akan selalu bilang ”tidak” jika memang sesuatu itu tidak berkenan baginya. Bagaimana dengan kita yang sudah merasa dewasa ini? Terkadang kita sangat sulit mengatakan ”tidak”, hanya karena rasa tidak enak terhadap atasan atau teman dekat padahal hati kita berontak. Mayoritas kita orang dewasa akan selalu berbuat manis, apalagi kalau disuruh atasannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jadi kita harus berani bilang ”tidak” kalau nurani kita mengatakan demikian.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mungkin kalau kita perhatikan, anak-anak jarang terlihat stress. Mereka akan berteriak kencang-kencang kalau lagi bermain. Mereka akan bertepuk tangan gegap gempita kalau lagi gembira. Mereka akan tertawa ngakak kalau ada sesuatu yang lucu. Sementara kita orang dewasa akan larut dalam masalah pekerjaan dan masalah rumahtangga sehari-hari tanpa berusaha menyelesaikannya satu persatu. Akibatnya bisa ditebak kita menjadi stress berkepanjangan. Lepaskan stress anda dengan berteriak kencang saat anda sendiri di tengah lapangan terbuka. Bertepuk tanganlah secara ikhlas untuk mengapresiasi seseorang. Tertawalah secara spontan pada tempat dan waktu yang tepat. Belajarlah bernyanyi. Hal ini benar-benar membantu kita melepas stress. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Hari itu saya sangat bahagia bisa belajar dari kedisplinan, kejujuran, semangat pantang menyerah anak-anak yang bisa saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar memang tidak mengenal waktu, tempat, usia dan sumber. Kepada setiap orang kita belajar, termasuk saya pribadi banyak belajar ke para kolumnis dan anda pembaca setia kolom &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/"&gt;&lt;span&gt;www.andriewongso.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; ini.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-5304929539848077174?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/5304929539848077174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=5304929539848077174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/5304929539848077174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/5304929539848077174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-anak-anak.html' title='Belajar Dari Anak-anak'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-8641259413120753449</id><published>2008-09-05T02:25:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T02:27:20.503-07:00</updated><title type='text'>Percaya Diri Cikal Bakal Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rekor dunia lari 1 mil (1600 m) mulai tercatat di tahun 26 Juli 1852 ketika Charles Westhall mengukir prestasi 4 menit 28 detik.  Rekor 1 mil di bawah 4 menit terus bertahan hingga 4 September 1942 oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gunder_H%C3%A4gg" title="Gunder Hägg"&gt;Gunder Hägg&lt;/a&gt; dalam waktu 4 menit 1,3 detik.  Artinya hingga tahun 1942 belum ada manusia di planet bumi yang bisa lari 1 mil di bawah 4 menit! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Roger Bannister pelari Inggris, yang mempunyai kepercayaan diri yang kuat bahwa dia akan mampu memecahkan rekor dunia tersebut.  Pada tanggal 6 Mei 1954, Roger Bannister yang saat itu berusia 25 tahun dan berstatus mahasiswa kedokteran mengukir sejarah menjadi manusia pertama yang mampu berlari 1 mil di bawah 4 menit.  Saat itu rekornya adalah 3 menit 59.4 detik, tercatat di lintasan Iffley Road di Oxford dengan disaksikan tak kurang dari 3.000 penonton.   Kemudian 46 hari setelahnya pada 21 Juni 1954, John Landy seorang pelari Australia mampu memecahkan rekor Roger Bannister dalam catatan waktu 3 menit 57.9 detik.  Namun sekali lagi dengan keyakinan yang kuat dalam British Empire games di Vancouver, Bannister mampu mengalahkan Landy.  Keduanya mampu berlari di bawah 4 menit , dengan Bannister mencapai 3:58.8  sedangkan Landy  3:59.6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roger Bannister pernah mengatakan bahwa "I couldn't disappoint people. I did not want to fail and exhaust myself, because I was the kind of runner who trained so little that I couldn't race again within another 10 days." (Saya tidak bisa mengecewakan orang. Saya tidak mau gagal dan melelahkan diri saya sendiri. karena saya seorang pelari yang terlatih sehingga kecil kemungkinan saya tidak bisa lari lagi dalam waktu 10 hari).  Ucapannya ini menunjukkan rasa pecaya dirinya yang sangat tinggi.  Tanpa percaya diri tinggi tentu akan sukar bagi Bannister untuk menembus rekor di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia komputer, siapa yang tidak mengenal Michael Dell?  Michael Dell adalah pemilik merek komputer "Dell" yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.  Pada usia 15 tahun, Dell mencoba membongkar komputer Applenya yang baru dan berusaha untuk merakit ulang kembali untuk melihat apakah dia mampu melakukannya.  Ketika mahasiswa, Dell memulai usaha perakitan komputer dengan merek "&lt;em&gt;PC's Limited&lt;/em&gt; ". Usaha ini sukses sehingga akhirnya Dell keluar dari sekolahnya di usia 19 tahun untuk mengembangkan lebih lanjut PC's Limited.  Perusahaan ini yang kemudian menjadi cikal bakal Dell Computer Corporation, dan akhirnya di tahun 2003 menjadi  Dell Inc. Di tahun 2004 Dell membukukan penjualan senilai $49 milyar dan keuntungan sebesar $3 milyar.  Di tahun 2007, majalah Forbes meramalkan kekayaan  bersih Michael Dell senilai $15.8 milyar, menjadikannya masuk dalam 30 besar manusia terkaya dunia dan 10 besar manusia terkaya di Amerika.  Pertanyaan yang mengusik kita adalah apa yang sebenarnya membuat Michael Dell mampu merajai komputer dunia dan mensejajarkan diri dengan merek-merek ternama yang sebelumnya ada seperti IBM, Apple, HP (Compaq), Toshiba dan Acer?  Sejak muda Michael Dell mempunyai keyakinan positif bahwa dirinya mampu berkembang dengan kegemarannya mengotak-atik komputer hingga menjadikannya bisnis bahkan dengan mengorbankan masa kuliahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dell mengatakan bahwa "&lt;a href="http://www.quotesandpoem.com/quotes/showquotes/author/michael-dell/81709" title="It's through curiosity and looking at opportunities in new ways that we've always mapped our path at Dell. There's always an opportunity to make a difference."&gt;It's through curiosity and looking at opportunities in new ways that we've always mapped our path at Dell. There's always an opportunity to make a difference"&lt;/a&gt; (Melalui rasa ingin tahu dan mencari berbagai peluang dengan cara baru adalah hal yang selalu kita jalankan di Dell.  Selalu ada peluang untuk membuat suatu perbedaan).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih hangat seputar Olimpiade 2008 Beijing yang belum lama usai, kita melihat fenomena Markis Kido/Hendra Setiawan merebut medali emas ganda putera bulutangkis - satu-satunya medali emas untuk Indonesia.  Markis Kido/Hendra Setiawan mengalahkan pasangan tuan rumah China, Cai Yun/Fu Haifeng, melalui pertarungan tiga game 12-21, 21-12, 21-16 sekaligus&lt;br /&gt;memberikan kado terbaik buat bangsa Indonesia dalam HUT Kemerdekaan RI ke-63.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari ganda junior, pasangan ini hari demi hari akhirnya menyalip pasangan seniornya Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto yang berprestasi stagnan.  Jauh hari sebelum berangkat ke Beijing Markis Kido sudah bertekad untuk merebut emas.  "Ngapain jauh-jauh berangkat ke Beijing kalau tidak untuk medali emas?", demikian target yang tertanam dalam benak anak muda ini. Saking besarnya percaya diri dan tekad Markis/Hendra untuk meraih emas, pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari Malaysia yang belum pernah mereka kalahkan dalam lima pertandingan sebelumnyapun disikat 21-16, 21-18 dalam waktu 34 menit di perempat final!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda?  Siapapun Anda, posisi apapun Anda saat ini, latar belakang pendidikan apapun jika Anda sudah mencanangkan harus sukses maka Anda sudah menunjukkan kepada diri sendiri dan dunia bahwa Anda akan sukses.  Belajar dari tokoh-tokoh di atas, jika kita ingin mewujudkan impian-impian kita, punyailah pikiran dan keyakinan positif.  Percaya pada diri sendiri merupakan modal awal kesuksesan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-8641259413120753449?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/8641259413120753449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=8641259413120753449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/8641259413120753449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/8641259413120753449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/09/percaya-diri-cikal-bakal-kesuksesan.html' title='Percaya Diri Cikal Bakal Kesuksesan'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-6031118685034690524</id><published>2008-08-20T03:52:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T02:28:05.375-07:00</updated><title type='text'>Saatnya Mengembalikan Karakter Bangsa !!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;!--&lt;body onload="refresh4();refresh3();"&gt;--&gt;    &lt;img src="http://www.andriewongso.com/photopenulisthumb/th_61822.JPG" style="margin-right: 8px;" align="left" border="0" /&gt;Oleh : Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://andriewongso.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;span id="awc"&gt;&lt;/span&gt;--&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, Waktu 63 tahun lewat begitu cepat. Seperti baru kemarin kita mendengar kumandang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Dwi Tunggal, Soekarno Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kita juga telah melampaui 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional pada bulan Mei silam. Kita pun sudah melewati satu dasawarsa era reformasi. Dan, bahkan presiden di republik ini pun telah berganti hingga enam kali. Tetapi, perjuangan kita seperti belum berujung. Kita masih belum bisa mencapai cita-cita luhur bangsa yang berkeadilan sosial dan sejahtera di semua bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menyedihkan, kita yang sempat dijuluki calon macan Asia, kini justru terpuruk di kawasan ASEAN, kalah oleh tetangga seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand. Jangankan bicara mengejar Jepang dan Korea, bahkan dengan negeri seperti Vietnam-yang belum lama merdeka-pun kita mulai ketinggalan. Sungguh ironis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, hampir di semua bidang kita mengalami kemunduran. Ekonomi, sosial, politik, hukum, olahraga dan lain2, Padahal, jika ditilik dari segi usia, bangsa ini sudah cukup dewasa. Tetapi, mengapa kita justru seperti terjebak dalam lingkaran kemiskinan, kebodohan, dn keterbelakangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, sumber utama masalah keterpurukan ini adalah karena kemiskinan mental, rapuhnya karakter dan kemunduran moralitas. Terasa sekali terjadi kemerosotonan kecintaaan pada bangsa, kedisiplinan, kerja keras, kebersamaan, gotong royong. Bahkan, seakan Roh ke-Indonesiaan yang tercermin dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika, sedemikian meredup digantikan oleh kepentingan pribadi dan golongan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun, setiap momen kebangsaan yang seharusnya bisa jadi sarana membangkitkan semangat membangun bersama, hanya berujung pada slogan kosong belaka. Sejujurnya bosan kita menderita, saatnya bersama , bangun Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, jadikan ulang tahun kemerdekaan RI ke-63 ini sebagai momen untuk membangun kesadaran bahwa kita bisa bangkit ! success is our rigfht! Sukses adalah hak kita semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah menengok ke belakang hanya sekedar mencari alasan dan kesalahan. Yang harus kita lakukan adalah menemukan kelemahan dan kesiapan untuk memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bangkit! Anda bangkit! Kita bangkit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat kebersamaan, semangat ke-Indonesiaan, semangat  pantang menyerah, kita bangun karakter bangsa demi mencapai kejayaan persada Indonesia tercinta sekaligus mampu berdiri tegak berdiri sama tinggi dengan bangsa bangsa manapun di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu Indonesiaku. Merdeka!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dari saya Andrie wongso&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-6031118685034690524?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/6031118685034690524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=6031118685034690524' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/6031118685034690524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/6031118685034690524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/saatnya-mengembalikan-karakter-bangs.html' title='Saatnya Mengembalikan Karakter Bangsa !!'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-518225856174704792</id><published>2008-08-20T01:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T02:00:09.648-07:00</updated><title type='text'>Cita-cita Yang Tertunda</title><content type='html'>&lt;div class="bacNonBorder" style="height: 21px; text-align: justify;"&gt;       &lt;div style="padding-left: 6px; padding-right: 6px; font-family: Verdana; font-weight: bold; font-size: 13px; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;        Artikel Tetap      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;!--&lt;body onload="refresh4();refresh3();"&gt;--&gt;    &lt;img src="http://www.andriewongso.com/photopenulisthumb/th_6008d.JPG" style="margin-right: 8px;" align="left" border="0" /&gt;Oleh : Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://andriewongso.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;span id="awc"&gt;&lt;/span&gt;--&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia memunyai cita-cita yang tinggi. Suatu saat, ketika masih belia, dia berkata kepada dirinya sendiri, "Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia senang membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan merasakan kebanggaan yang tidak terhingga karena dia dikagumi dan dibanggakan oleh banyak orang. Maka, walaupun kemiskinan tetap diakrabi dalam kesehariannya, sikapnya menjadi angkuh dan sombong karena dia merasa kelak pasti akan kaya raya seperti yang diangankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya untuk melakukan sesuatu oleh teman-temannya, ia menjawab, "Tunggu saja kawan, nanti akan kulakukan setelah aku menyelesaikan sekolah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, ia kembali berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada orangtuanya bahwa ia akan melakukan apa yang diinginkannya nanti, setelah ia mendapatkan pekerjaan pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melangkah ke dunia kerja, dia meminta nasihat kepada seorang guru besar tentang banyak hal yang dicita-citakan. Si guru berkata, "Semua yang kamu inginkan, mobil dan rumah bagus lengkap dengan fasilitasnya, adalah sesuatu yang bagus. Dan sesungguhnya, mobil dan rumah mewah itu diciptakan untuk kita yang mau dan mampu memilikinya. Dia tidak kemana-mana, kitalah yang harus bergerak untuk menghampiri dan mendapatkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar tuturan si guru, pemuda itu merasa puas. Sebab, ia makin yakin dengan anggapannya bahwa mobil dan rumah tidak akan ke mana-mana. Maka, ia pun bekerja seadanya. Setelah beberapa tahun bekerja, orangtuanya menanyakan, "Anakku, kapan kamu akan mengambil tindakan untuk mewujudkan cita-citamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku berjanji akan mengejar cita-citaku setelah menikahi gadis yang aku cintai. Karena dengan adanya si dia sebagai pendamping hidup, maka langkahku akan mantap untuk mengejar cita-citaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari, setelah bertahun-tahun kemudian, ia mulai menua. Dalam hati, ia pun berkata, "Rupanya, sudah terlambat untuk memulainya sekarang. Sebab, umurku sudah tak lagi muda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, cita-cita si pemuda akhirnya hanya menjadi angan-angan dan omong kosong belaka. Kini, ia hanya bisa merasakan kepuasan semu dengan menikmati setiap hari dalam kehidupannya untuk mengkhayal, seandainya ia menjadi seperti yang ia cita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Pembaca yang bijaksana, &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Kebiasaan menunda dari waktu ke waktu, dapat membuat seseorang yang pada awalnya bersemangat bermimpi, akan kehilangan gairah, arah, tujuan dan berlari menjauh dari apa yang menjadi impiannya. Sebab, menunda sebenarnya hanya akan mengubur kesempatan demi kesempatan yang ada untuk mewujudkan impian. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Karena itu, cita-cita selamanya akan menjadi khayalan belaka jika kita tidak memulainya dengan rencana! Dan, yang utama, rencana tanpa tindakan nyata juga hanya akan jadi bualan semata. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Mari, selagi masih ada waktu, gunakan sebaik-baiknya waktu kita untuk menyusun kehidupan dan meraih kesempatan, demi menggapai cita-cita. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-518225856174704792?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/518225856174704792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=518225856174704792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/518225856174704792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/518225856174704792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/cita-cita-yang-tertunda.html' title='Cita-cita Yang Tertunda'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-1091142896903536367</id><published>2008-08-12T20:22:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T00:53:05.020-07:00</updated><title type='text'>ESQ Masuki Kawasan Teluk</title><content type='html'>&lt;!-- google_ad_section_start --&gt;Jakarta (ANTARA News) - Setelah masuk ke Qatar dan Abu Dhabi, "Emotional Spiritual Quotient" (ESQ) Leadership Centre mengadakan seminar di kota pusat ekonomi Timur Tengah, Dubai, Uni Emirat Arab, pada 8 Mei 2008 lalu.; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siaran pers ESQ Leadhership Centre yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu, menyebutkan bahwa kehadiran ESQ pimpinan Ary Ginanjar Agustian di Dubai itu bekerjasama dengan "National Academy for Research and Development" (NARD) Uni Emirat Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NARD merupakan organisasi yang bergerak dalam peningkatan kualitas pendidikan di Dubai. Seminar ESQ itu dihadiri 150 peserta warga Dubai yang berasal dari kalangan pengusaha, profesional dan pengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan NARD, Dr Nagwa Diab, mengatakan, pihaknya mengundang Dr Ary Ginanjar setelah tertarik membaca bukunya dan mendapat informasi bahwa training (pelatihan) ESQ telah diikuti oleh 500.000 orang di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanggapan peserta sangat positif dan kami tengah menyiapkan MoU (nota kesepahaman) untuk mengadakan training ESQ secara penuh di Dubai," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Dr Ahmad Ali El Hajj Mahmoud, pelatih senior pada "Al Nahdha Centre for Consultation and Training", mengaku terperanjat karena setelah puluhan tahun mengajar, mendapatkan sesuatu yang baru dari ESQ dalam pengembangan SDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya telah mengikuti berbagai seminar tentang kecerdasan emosional tapi ESQ memberikan kunci emas untuk membina SDM dengan kecerdasan spiritualnya. Saya yakin ini akan diterima secara luas oleh warga Dubai lainnya," ungkap Dr Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Abdulla Ahmed bin Tyrkia Al Falasi, seorang pengusaha properti dan industri yang juga memiliki kampus di Dubai, menyatakan kekagumannya pada metode yang disampaikan ESQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan itu, Bilal Youseff, seorang pengusaha media dari Dubai Press Association, juga mengakui bahwa materi yang disampaikan Dr Ary Ginanjar benar-benar masuk ke dalam hati para peserta seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminar tersebut, pimpinan ESQ Ary Ginanjar Agustian mengatakan bahwa Dubai telah mengalami kemajuan ekonomi yang luar biasa, namun SDM-nya harus mampu bersaing dengan 100 bangsa lain yang juga bekerja di Dubai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan kecerdasan emosi dan spiritual yang tinggi, SDM Dubai akan&lt;br /&gt;memiliki keunggulan dalam bersaing," kata penulis buku "best seller" (penjualan terbaik) "ESQ-ESQ Power" itu.(*)&lt;!-- google_ad_section_end --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-1091142896903536367?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/1091142896903536367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=1091142896903536367' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/1091142896903536367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/1091142896903536367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/esq-masuki-kawasan-teluk.html' title='ESQ Masuki Kawasan Teluk'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-6119840225045483511</id><published>2008-08-12T20:02:00.001-07:00</published><updated>2008-08-12T20:02:48.287-07:00</updated><title type='text'>Konsep ESQ Ary Ginanjar, Tembus Kerajaan Inggris</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:100%;"&gt;Konsep ESQ Ary Ginanjar, Tembus Kerajaan Inggris&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="color:#006699;"&gt;&lt;b&gt;Pontianak,-&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  KONSEP kecerdasan Emosi dan Spritual yang pupuler dangan nama Emotional-Spiritual Quotient atau ESQ, kini diperkenalkan di Kerajaan Inggris secara langsung oleh sang pelopor, Ary Ginanjar Agustian. Kehadiran Ary Ginanjar di Kerajaan Ratu Elizabeth itu dalam rangka mengikuti pertemuan para pakar Spiritual Quotient (SQ) dari berbagai Negara seperti Amerika Serikat, Australia, Denmark, Belanda, Nepal dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pengasuh ESQ Leadership Center kelahiran Bandung, 24 Maret 1965 ini, pertemuan tersebut diprakarsai Danah Zohar dan Ian Marshal penulis buku SQ Spiritual Intelegence dan Spritual Capital yang digelar The Oxford Academy of Total Intelligence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu dibicarakan tentang SQ secara ilmiah meskipun hadir juga para pakar dari berbagai agama di antaranya wakil dari agama Budha, Hindu, Kristen, Katolik, Yahudi hingga Atheis. Pada kesempatan itu, Ary berbicara mengenai pandangannya terhadap SQ dilihat dari kacamata Islam. Usai menyimak pemaparan Ary, Danah Zohar mengungkapkan bahwa ia sangat terinspirasi dengan konsep ESQ-nya Ary Ginanjar yang membawa pesan perdamaian dunia. Zohar juga menganggap Ary sebagai figure yang potensial menjembatani hubungan Islam dengan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ary mengaku dirinya sempat ragu mengingat para peserta seminar yang datang juga merupakan para spiritualis dan akademisi berbagai Universitas dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Denmark, Australia, Slovenia, India, Afrika Selatan, Nepal dan Tibet. "Kebanyakan mereka bergelar Doktor bahkan Profesor. Selain itu, latar belakang agama mereka juga beragam,"ujarnya. Respon yang didapat di Oxford benar-benar membahagiakan Ary. Apalagi, ketika banyak peserta menyatakan siap menyebarkan nilai-nilai ESQ di negara masing-masing. "Mereka yakin, lewat ESQ mereka dapat turut menciptakan perdamaian dunai,"ucapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada 27-29 Juli mendatang ini Pusat pengembangan (Korwil) ESQ Kalbar kembali akan menggelar Training ESQ Profesional VIII dengan Trainer Samsul Rahman bertempat di Aula Bank Kalbar. Sedangkan pada 11-12 Training ESQ Remaja dan 31 Agustus-1 Sept Training Mahasiswa bertempat di Gedung Pancasila Sintang dan 22-23 September Training Mahasiswa II di Pontianak dengan Trainer Heidi Akhadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi &amp;amp; pendaftaran ke Sekretariat Korwil ESQ Kalbar, Jl. Adi Sucipto No. 263, Pontianak, Telp. (0561) 585044/7044165 atau 085245677165 (robi). Edwind Rahadi selaku Korwil ESQ Kalbar mengharapkan dukungan seluruh alumni guna kesuksesan beberapa training yang akan digelar. Terakhir, Roby menginformasikan bahwa kegiatan Bakti Sosial dan Gathering Alam yang digelar ESQ Kalbar waktu lalu juga berlangsung sukses.(syn/*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt; KONSEP kecerdasan Emosi dan Spritual yang pupuler dangan nama Emotional-Spiritual Quotient atau ESQ, kini diperkenalkan di Kerajaan Inggris secara langsung oleh sang pelopor, Ary Ginanjar Agustian. Kehadiran Ary Ginanjar di Kerajaan Ratu Elizabeth itu dalam rangka mengikuti pertemuan para pakar Spiritual Quotient (SQ) dari berbagai Negara seperti Amerika Serikat, Australia, Denmark, Belanda, Nepal dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pengasuh ESQ Leadership Center kelahiran Bandung, 24 Maret 1965 ini, pertemuan tersebut diprakarsai Danah Zohar dan Ian Marshal penulis buku SQ Spiritual Intelegence dan Spritual Capital yang digelar The Oxford Academy of Total Intelligence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu dibicarakan tentang SQ secara ilmiah meskipun hadir juga para pakar dari berbagai agama di antaranya wakil dari agama Budha, Hindu, Kristen, Katolik, Yahudi hingga Atheis. Pada kesempatan itu, Ary berbicara mengenai pandangannya terhadap SQ dilihat dari kacamata Islam. Usai menyimak pemaparan Ary, Danah Zohar mengungkapkan bahwa ia sangat terinspirasi dengan konsep ESQ-nya Ary Ginanjar yang membawa pesan perdamaian dunia. Zohar juga menganggap Ary sebagai figure yang potensial menjembatani hubungan Islam dengan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ary mengaku dirinya sempat ragu mengingat para peserta seminar yang datang juga merupakan para spiritualis dan akademisi berbagai Universitas dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Denmark, Australia, Slovenia, India, Afrika Selatan, Nepal dan Tibet. "Kebanyakan mereka bergelar Doktor bahkan Profesor. Selain itu, latar belakang agama mereka juga beragam,"ujarnya. Respon yang didapat di Oxford benar-benar membahagiakan Ary. Apalagi, ketika banyak peserta menyatakan siap menyebarkan nilai-nilai ESQ di negara masing-masing. "Mereka yakin, lewat ESQ mereka dapat turut menciptakan perdamaian dunai,"ucapnya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-6119840225045483511?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/6119840225045483511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=6119840225045483511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/6119840225045483511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/6119840225045483511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/konsep-esq-ary-ginanjar-tembus-kerajaan.html' title='Konsep ESQ Ary Ginanjar, Tembus Kerajaan Inggris'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-4766262166537350080</id><published>2008-08-12T19:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T19:30:42.212-07:00</updated><title type='text'>Berpikir kreatif-Berpikir di luar kotak</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berpikir di luar kotak adalah satu sikap yang akan menumbuhkan kreativitas dalam diri kita. Sering kali, saat kita mentok mendapatkan ide kreatif karena kita belum berpikir di luar kotak. Banyak yang mengatakan, untuk mendapatkan ide cemerlang atau gagasan terobosan, kita harus berpikir di luar kotak. Apa itu berpikir di luar kotak? Dan bagaimana hubungannya dengan berpikir kreatif?&lt;span id="more-462"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika kita ingin memahami apa itu yang disebut dengan “&lt;strong&gt;berpikir di luar kotak&lt;/strong&gt;“, langkah pertama ialah kita harus mengerti, apa yang dimaksud dengan “kotak”. Kotak adalah suatu batasan tiga dimensi. Kiri, kanan, atas, bawah, depan, dan belang dibatasi oleh suatu batas yang tidak bisa kita tembus. Berpikir di dalam kotak berarti kita kita berpikir dalam batasan-batasan tertentu. Kabar baiknya, batasan tersebut adalah Anda yang membuatnya (meski pun tidak secara sadar). Karena Anda yang membuat batasan tersebut, maka Anda pun bisa menghilangkan batasan tersebut. Sekali Anda mampu menghilangkan batasan tersebut, maka Anda sudah disebut berpikir di luar kotak, atau Anda sudah berpikir kreatif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Batasan tersebut ialah asumsi yang Anda buat sendiri. Anda harus menghilangkan asumsi-asumsi terlebih dahulu jika Anda ingin lebih lepas dalam bepikir kreatif. Batasan tersebut juga bisa disebut dengan penilaian. Seringkali kita membatasi pikiran kita dengan ide atau gagasan yang baik atau buruk. Anda harus menghilangkan terlebih dahulu penilaian terhadap ide atau gagasan yang Anda buat. Jika Anda menyumbat aliran berpikir Anda dengan penilaian, maka bukan hanya gagasan jelek yang akan terhambat, tetapi juga gagasan baik akan ikut terhambat. Jadi salah satu teknik berpikir kreatif adalah menghilangkan penilaian terlebih dahulu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bukan berarti semua ide itu baik. Bisa saja ide tersebut tidak baik, terutama menurut penilaian agama. Namun penilaian ini bisa Anda lakukan setelah proses berpikir kreatif dan sebelum implementasi. Bukan saat Anda berpikir kreatif. Ini juga sebagai bantahan kepada yang mengatakan bahwa agama menghambat kreativitas, tidak sama sekali, agama mencegah kita dalam mengimplemenasikan ide yang dilarang oleh agama. Agama, sama sekali tidak membatasi Anda dalam berpikir kreatif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Biarkan berpikir kreatif terjadi secara otomatis, tidak usah Anda atur dalam mengeluarkan ide. Jika pola pikir Anda sudah positif, secara otomatis anda akan mengeluarkan ide-ide positif juga. Jadi kita tidak perlu khawatir akan keluar ide-ide yang tidak baik. Bisa jadi, saat kita mengeluarkan ide yang kurang baik, kita hanya perlu memolesnya lagi agar menjadi ide yang baik. Namun proses pemolesan ini juga dilakukan setelah proses berpikir kreatif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jadi hilangkan batasan-batasan yang membelenggu Anda. Kalau pun ada batasan yang ingin Anda pegang, hanyalah batasan agama. Dengan demikian Anda akan mampu berpikir di luar kotak. Anda akan menjadi orang yang berpikir kreatif atau Anda akan menjadi orang kreatif&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-4766262166537350080?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/4766262166537350080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=4766262166537350080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/4766262166537350080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/4766262166537350080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/berpikir-kreatif-berpikir-di-luar-kotak.html' title='Berpikir kreatif-Berpikir di luar kotak'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-6470665285855846992</id><published>2008-08-12T19:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T19:16:14.229-07:00</updated><title type='text'>Beda antar Cinta, Suka dan Sayang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Musim dingin tetap saja musim dingin,hanya suasananya lebih undah sedikit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dihadapan orang yang kau cintai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kau hanya merasa senang dan gembira saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Matamu berkaca-kaca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Engkau hanya tersenyum saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dihadapan orang yang kau sukai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jika orang yang kau cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jika orang yang kau sukai menangis,engkau hanya menghibur saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,cukup dengan menutup telingga,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,cinta itu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang cukup lama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam,yaitu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;rasa saying…rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.Rasa yang tidak mudah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;berubah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.Mau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.Cinta ingin memiliki,tetapi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….walaupun harus &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kehilangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Untuk seseorang yang sedang jatuh cinta….......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-6470665285855846992?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/6470665285855846992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=6470665285855846992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/6470665285855846992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/6470665285855846992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/beda-antar-cinta-suka-dan-sayang.html' title='Beda antar Cinta, Suka dan Sayang'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-1114749829231692495</id><published>2008-08-12T19:07:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T19:12:41.812-07:00</updated><title type='text'>Mencapai Potensi Hidup Yang Maksimal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Melalui karyanya, Joel Osteen  menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; *   Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     dengan mata iman, pandanglah dirimu  sedang melesat ke level yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Anda harus  memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     aspek kehidupanmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;*   Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda  harus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     melandasi gambar dirimu diatas apa  yang Tuhan katakan tentang Anda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     dirimu sendiri  dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai  dirimu  sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;*   Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia  tahu sekiranya ia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     berhasil  mengendalikan  dan memanipulasi  apa yang Anda pikirkan, maka ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;*   Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup  berkemenangan , Anda tidak boleh memakai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat  pilihan-pilihan yang buruk saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     selama ini, atau membenarkan tindakanmu  untuk tidak mengampuni seseorang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;*   Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     Kita harus bersikap :" Saya boleh saja  terjatuh beberapa kali dalam hidup  ini, tetapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     tantangan  dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;     berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;*  Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    yang kita hadapi adalah godaan  untuk hidup  mementingkan diri sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    Sebab kita tahu bahwa Tuhan  memang menginginkan yang terbaik buat kita,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    namun kadang kita lupa dan   terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah  dibayangkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; *  Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    sampai  semua persoalanmu  terselesaikan.  Anda tidak harus menunda kebahagiaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda  berbahagia  apapun kondisimu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;    sekarang juga !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;   ( Dikutip dari : Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-1114749829231692495?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/1114749829231692495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=1114749829231692495' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/1114749829231692495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/1114749829231692495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/mencapai-potensi-hidup-yang-maksimal.html' title='Mencapai Potensi Hidup Yang Maksimal'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-8006413777225572254</id><published>2008-08-11T21:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-11T21:30:36.197-07:00</updated><title type='text'>Success story : Bill Gates</title><content type='html'>&lt;div class="bacNonBorder" style="height: 21px;"&gt;       &lt;div style="padding-left: 6px; padding-right: 6px; font-family: Verdana; font-weight: bold; text-align: left; font-size: 13px; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;        Success Story      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;             &lt;!--&lt;body onload="refresh4();refresh3();"&gt;--&gt;    &lt;img src="http://www.andriewongso.com/photopenulisthumb/th_4fb50.JPG" style="margin-right: 8px;" align="left" border="0" /&gt; &lt;b&gt;Bill Gates&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;span id="awc"&gt;&lt;/span&gt;--&gt; Rating Artikel : &lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Team Andriewongso.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Jika mendengar nama ini, orang akan langsung ingat dua hal, yakni Microsoft dan kekayaan. Yah, memang tak bisa dimungkiri, orang mengenal Bill Gates sebagai pendiri perusahaan piranti lunak terbesar di dunia. Selain itu, kekayaan yang diperolehnya dari perusahaan itu telah membuatnya jadi orang terkaya di dunia beberapa tahun berturut-turut, tanpa pernah tergeser ke posisi kedua sekalipun. Konon, kekayaannya mencapai 71% nilai anggaran belanja negara kita, yakni lebih dari Rp500 triliun. Sungguh fantastis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, semua itu tentu melalui proses panjang. Semua berawal dari impian Bill Gates saat masih muda. Ketika itu, sekitar tahun 70-an, ia yang hobi mengutak-atik program komputer memimpikan bisa menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Sesuatu yang dianggap sulit diwujudkan pada masa itu. Sebab, pada tahun itu komputer masih berukuran sangat besar dan hanya dimanfaatkan untuk hal-hal tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Seattle dari pasangan seorang pengacara dan pegawai bank ini memang terkenal cukup ambisius. Pada saat masih sekolah dasar, semangatnya yang cenderung menyulitkannya dalam pergaulan membuat orang tuanya memindahkan sekolahnya ke sekolah unggulan khusus laki-laki di Lakeside School. Di sekolah itulah ia pertama kali berkenalan dengan dunia yang mengantarkan pada bakatnya di bidang pemrograman. Saat itu ia mengenal mesin teletype, semacam mesin ketik yang bisa diberi program sederhana. Dari mesin itu, kemudian dia mulai menguasai dengan baik bahasa pemrograman BASIC. &lt;strong&gt;Ia pun lantas bertemu dengan komunitas penggemar program dan sering menghabiskan waktunya berjam-jam untuk menekuni hobi tersebut.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tiga anak ini kemudian mengembangkan bakatnya saat kuliah di Universitas Harvard. Namun, saat kuliah di universitas elit di Amerika itu, lagi-lagi ambisi Bill Gates membuatnya lebih memilih untuk mewujudkan impiannya, dibandingkan harus menyelesaikan studi. Ia memilih drop out dan berkomitmen kuat untuk mewujudkan ambisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komitmen itu diwujudkan dengan ketekunan, ketelatenan, dan keuletan&lt;/strong&gt;, sehingga pelan tapi pasti hobinya membuat program telah menjadi bisnis yang kian menguntungkan. Ia kemudian juga bertemu dengan Paul Allen, rekan yang kemudian turut membantunya mewujudkan impian menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Duet mereka banyak menghasilnya program-program unggulan, salah satunya MS-DOS yang kemudian banyak dipakai sebagai software di berbagai komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berbagai inovasi tak henti dilakukannya&lt;/strong&gt;. Hasilnya? Seperti yang dilihat banyak orang saat ini. Impian Bill Gates telah menjadi nyata. Hampir setiap rumah, kini mempunyai komputer. Dan, hebatnya, sistem operasinya kebanyakan menggunakan produk Microsoft. Inilah yang membuat pundi-pundinya terus mengembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan kekayaannya tersebut, Bill Gates dan istrinya, Melinda, kemudian mendirikan Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation. Yayasan bentukan Gates ini digunakan untuk berbagai kegiatan sosial. Mulai dari menyalurkan beasiswa kepada kaum minoritas, berperang melawan penyakit seperti AIDS dan berbagai penyakit lainnya, hingga memerangi kelaparan dan kemiskinan. Tak tanggung-tanggung, pasangan suami istri ini menyumbangkan lebih dari US$ 5 miliar untuk kepentingan yayasan ini. Sebuah sumbangan terbesar di dunia yang pernah diberikan pada sebuah yayasan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sebuah impian, jika disertai dengan keyakinan kuat dan kerja keras, serta dilandasi komitmen perjuangan tanpa henti, akan memberi hasil yang gemilang. Bill Gates adalah bukti nyata bahwa impiannya yang pernah dianggap mustahil, kini mampu diwujudkannya. Nilai keyakinan dan perjuangan inilah yang bisa kita contoh dalam kehidupan kita. Selain itu, kepedulian Bill Gates untuk berbagi juga bisa dijadikan teladan bahwa sukses akan lebih berarti jika kita bisa saling berbagi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-8006413777225572254?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/8006413777225572254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=8006413777225572254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/8006413777225572254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/8006413777225572254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/success-story-bill-gates.html' title='Success story : Bill Gates'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-848377647859080696</id><published>2008-08-11T21:27:00.000-07:00</published><updated>2008-08-11T21:28:58.032-07:00</updated><title type='text'>Success story : Jk Rowling</title><content type='html'>&lt;div class="bacNonBorder" style="height: 21px; text-align: justify;"&gt;       &lt;div style="padding-left: 6px; padding-right: 6px; font-family: Verdana; font-weight: bold; font-size: 13px; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;        Success Story      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;!--&lt;body onload="refresh4();refresh3();"&gt;--&gt;    &lt;img src="http://www.andriewongso.com/photopenulisthumb/th_6af81.JPG" style="margin-right: 8px; width: 73px; height: 87px;" align="left" border="0" /&gt; &lt;b&gt;Jk Rowling&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;span id="awc"&gt;&lt;/span&gt;--&gt; Rating Artikel : &lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Team Andriewongso.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak mengenal tokoh &lt;strong&gt;Harry Potter&lt;/strong&gt;? Tokoh penyihir muda rekaan yang telah berhasil "menyihir" dunia hingga buku dan kisahnya mampu menghasilkan miliaran dolar Amerika bagi pengarangnya, &lt;strong&gt;Joanne Kathleen Rowling atau JK Rowling. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat buku Harry Potter, yang kini telah menginjak seri ketujuh, JK Rowling mampu menjelma menjadi seorang penulis paling kaya di Inggris, dan bahkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, siapa yang menyangka, ibu tiga anak ini memulai semuanya dari nol. Bahkan pada awal menulis kisah Harry Potter, ia sempat mendapat santunan dari pemerintah Inggris, karena masuk dalam kategori sebagai orang miskin yang layak mendapat santunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlahir dari pasangan Peter dan Anne pada 31 Juli 1965, JK memang dikenal gemar menulis sejak kecil. Bahkan, di usianya yang baru menginjak enam tahun, ia sudah menelurkan kisah berjudul “Rabbit”. Dan, uniknya, saat meminta pendapat ibunya, spontan ia mengatakan mengapa buku itu tidak diterbitkan saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan menulis JK terus berlanjut. Namun, tak hanya itu. Ia pun dikenal rajin menceritakan berbagai kisah rekaannya kepada semua teman-temannya. Kadang, beberapa rekan malah mau menjadi tokoh memerankan kisah yang dibuatnya. Mungkin, hal-hal itulah yang mampu mengasah daya imajinasi JK hingga dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebenarnya, himpitan kemiskinan lah yang justru telah mengantarnya mampu menyelesaikan kisah Harry Potter pertamanya. Saat itu, ia mendapat ide menulis dalam sebuah perjalanan di kereta dari Manchester ke London. Dari perjalanan itu, entah mengapa tiba-tiba ia mendapat ide untuk memulai kisah Harry Potter yang diberinya judul Philosopher’s Stone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, naskah itu tak langsung jadi. Selepas perceraian dari suami pertamanya, ia yang terpaksa harus hidup pas-pasan kemudian makin terpacu untuk menyelesaikan naskah itu. Akhirnya, pada 1995 ia berhasil menyelesaikan buku pertamanya. Tapi, karena sangat miskin, ia terpaksa mengetik ulang naskah hingga beberapa kopi dengan mesin tik tua manual yang murah, hanya karena tak mampu membayar biaya fotokopi. “Anda mungkin tak pernah tahu, betapa menyedihkannya hidup tanpa uang sama sekali. Kecuali jika Anda sudah pernah mengalaminya, seperti yang aku alami,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Atas dorongan untuk merubah hidup, maka ia pun lantas berusaha sekuat tenaga untuk menjual kisah tersebut.&lt;/strong&gt; Tapi, layaknya penulis pemula lain, naskah itu pun mengalami penolakan berkali-kali dari berbagai penerbit. Beruntung, dari seorang agen bernama Christopher, Bloomsbury mau menerbitkan kisah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ajaib! &lt;strong&gt;Layaknya sihir, buku yang sempat ditolak oleh berbagai penerbit itu justru laku sangat keras&lt;/strong&gt;. Bahkan, ia mendapat berbagai penghargaan atas karya tersebut. Maka, kisah hidupnya pun berubah total. Dari orang yang sangat miskin, hanya dalam waktu kurang dari delapan tahun, ia mampu hidup berkelimpahan dari karya Harry Potter-nya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, JK tak pernah lupa pada akarnya. Keuntungan dari penjualan buku-bukunya, ia sumbangkan pada UK Comic Relief Charity. Ia pun tak lupa menyisihkan sebagian kekayaannya untuk membantu sejumlah yayasan sosial, khususnya lembaga yang banyak melakukan penelitian tentang penyakit multiple sclerosis, sebuah penyakit yang sempat merenggut nyawa ibunya pada tahun 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tanpa tekad yang kuat, adanya bakat pun akan menjadi sia-sia belaka. JK Rowling membuktikannya. Meski terlahir dengan kecerdasan dan bakat menulis, ia ternyata harus menghadapi berbagai penolakan atas karyanya. Namun, dengan tekad untuk memperbaiki kualitas hidup, ia pun akhirnya mampu memetik hasil nyata perjuangannya. Dan, kini ia pun menunjukkan kepedulian nyata, bahwa apa yang dicapainya, juga bisa memberi sesuatu pada sesama, karena itulah arti kesuksesan yang sesungguhnya.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-848377647859080696?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/848377647859080696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=848377647859080696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/848377647859080696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/848377647859080696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/success-story-jk-rowling.html' title='Success story : Jk Rowling'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-4466444305110598502</id><published>2008-08-11T21:25:00.000-07:00</published><updated>2008-08-11T21:26:25.251-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Kata-kata Positif</title><content type='html'>&lt;div class="bacNonBorder" style="height: 21px; text-align: justify;"&gt;       &lt;div style="padding-left: 6px; padding-right: 6px; font-family: Verdana; font-weight: bold; font-size: 13px; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;!--&lt;body onload="refresh4();refresh3();"&gt;--&gt;    &lt;img src="http://www.andriewongso.com/photopenulisthumb/th_e6fb2.JPG" style="margin-right: 8px;" align="left" border="0" /&gt; &lt;b&gt;Kekuatan Kata-kata Positif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;span id="awc"&gt;&lt;/span&gt;--&gt; Rating Artikel : &lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" align="absmiddle" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ponijan Liaw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Words are powerful&lt;/em&gt;. Kata-kata sungguh berdaya. Kata-kata positif akan membuat pendengarnya optimis, percaya diri, semangat, inovatif, kreatif, energik, bahagia dan sejenisnya. Ada kebangkitan semangat hidup disana. Dunia terasa indah dan menjanjikan. Perubahan lebih baik tengah menanti untuk segera diukir oleh kekuatan  mental positif yang beranggotakan kata-kata motivasional positif dan konstruktif. Sebaliknya, kata-kata negatif dapat membuat kondisi sebaliknya. Pendengarnya akan menjadi pesimis, minder, tidak percaya diri, frustrasi, patah hati, antipati, sedih, kecewa, merana, tercampakkan, teraniaya, terluka, terkebiri sampai akhirnya bunuh diri. Hidup terasa hampa. Biarlah mengalir seperti apa adanya. Tidak ada daya disana. Tidak pula ada upaya. Semuanya pasrah, pasrah dan pasrah. Biar nasib yang bekerja sendiri. Inilah konsekuensi logis dan nyata dari pengaruh kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari betapa kata-kata yang hanya terdiri dari susunan alfabet sederhana itu memiliki daya pengaruh yang luar biasa dan bisa berdampak negatif jika tidak dirangkai secara bijaksana, badan meteorologi dunia pun membuat nama-nama badai yang sesungguhnya sangat menghancurkan dan mematikan itu dengan terminologi indah dan menghibur. Ada sederet koleksi nama-nama indah itu sejak tahun 2005: Arlene, Bret, Cindy, Dennis, Emily, Franklin, Gert, Harvey, Irene, Jose, Katrina Lee, Maria, Nate, Ophelia, Philippe, Rita, Stan, Tammy, Vince, Wilma. Sistem penamaan badai dirotasi setiap enam tahun sehingga daftar ini akan digunakan lagi pada 2011, dengan perkecualian badai paling mematikan akan dikeluarkan dari daftar. Katrina tampaknya menjadi calon utama yang akan tersingkir enam tahun lagi, seperti Floyd dan Lenny yang ada di daftar 1999 namun tahun ini "pensiun" digantikan Franklin dan Lee. Nama-nama yang indah, bukan? Kesan seram dan menakutkan menjadi sirna karena kekuatan keindahan terminologi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu dan berpedoman pada kekuatan pemilihan dan penggunaan kata-kata itu, sebaiknya ada saringan yang dilakukan terlebih dahulu ketika berhadapan dengan para pelanggan. Kata-kata kurang baik sebaiknya ditelan saja demi menjaga hubungan relasi agar tetap baik. Seorang tokoh besar Inggris, Sir Winston Churchill, punya pribahasa yang tepat soal ini, &lt;em&gt;‘by swallowing evil words unsaid, no one has ever harmed his stomach.' &lt;/em&gt;Denyut perut yang menggelisahkan tidak akan terjadi jika kata-kata kurang baik tidak jadi diucapkan kepada orang lain. Suasana perbincangan akan tetap kondusif dan simpatik. Karena sesungguhnya, sebagaimana dikuatkan oleh sebuah pepatah Tionghoa - kata-kata yang manis (positif) akan bisa menghangatkan jasmani selama tiga musim dingin, sementara kata-kata kasar (negatif) bahkan bisa menjadi puncak ultimat di musim panas. Demikian bunyi lengkap pribahasanya: ‘&lt;em&gt;kind words can warm for three winters, while harsh words can chill even in the heat of summer.'&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penjelasan lengkap mengenai hal-hal di atas, silahkan baca buku penulis yang berjudul "Talk to Your Customer This Way." &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-4466444305110598502?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/4466444305110598502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=4466444305110598502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/4466444305110598502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/4466444305110598502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/kekuatan-kata-kata-positif.html' title='Kekuatan Kata-kata Positif'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-7227843060559820797</id><published>2008-08-09T08:02:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T08:03:50.492-07:00</updated><title type='text'>Google, Bukti Kekuatan Kesederhanaan Dan Integritas</title><content type='html'>&lt;div class="bacNonBorder" style="height: 21px; text-align: justify;"&gt;       &lt;div style="padding-left: 6px; padding-right: 6px; font-family: Verdana; font-weight: bold; font-size: 13px; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;        Success Story      &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;!--&lt;body onload="refresh4();refresh3();"&gt;--&gt;    &lt;img src="http://www.andriewongso.com/photopenulisthumb/th_65e70.JPG" style="margin-right: 8px;" align="left" border="0" /&gt; &lt;b&gt;Google, Bukti Kekuatan Kesederhanaan Dan Integritas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;span id="awc"&gt;&lt;/span&gt;--&gt; Rating Artikel : &lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" width="15" align="absmiddle" border="0" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" width="15" align="absmiddle" border="0" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" width="15" align="absmiddle" border="0" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" width="15" align="absmiddle" border="0" height="15" /&gt;&lt;img src="http://www.andriewongso.com/img/fullstars.gif" width="15" align="absmiddle" border="0" height="15" /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Team Andriewongso.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam daftar orang terkaya di Amerika baru-baru ini, terselip dua nama yang cukup fenomenal. Masih muda, usianya baru di awal 30-an, namun kekayaannya mencapai miliaran dolar. Nama kedua orang itu adalah &lt;strong&gt;Larry Page&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Sergey Brin&lt;/strong&gt;. Mereka adalah &lt;strong&gt;pendiri Google,&lt;/strong&gt; situs pencari data di internet paling terkenal saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari jumlah kekayaan mereka, ada beberapa hal yang perlu dicontoh dari kisah sukses mereka. Satu hal yang pertama, yang disebut Sergey Brin, yang kini menjabat sebagai Presiden Teknologi Google, yakni tentang kekuatan kesederhanaan. Menurutnya, &lt;em&gt;simplicity web adalah hal yang disukai penjelajah internet. Dan, Google berhasil karena menggunakan filosofi tersebut, menghadirkan web yang bukan saja mudah untuk mencari informasi, namun juga menyenangkan orang. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci sukses kedua adalah integritas mereka dalam mewujudkan impiannya. Mereka rela drop out dari program doktor mereka di Stanford University untuk mengembangkan google. Mereka pun pada awalnya tidak mencari keuntungan dari proyek tersebut. Malah, kedua orang itu berangkat dari sebuah ide sederhana. Yakni, bagaimana membantu banyak orang untuk mempermudah mencari sumber informasi dan data di dunia maya. Mereka sangat yakin, ide mereka akan sangat berguna bagi banyak orang untuk mempermudah mencari data apa saja di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Kunci sukses lainnya yaitu mereka tidak melupakan jasa orang-orang yang mendukung kesuksesan mereka.&lt;/strong&gt; Larry dan Sergey sangat memerhatikan kesejahteraan SDM di Google. Kantornya yang diberi nama Googleplex dinobatkan sebagai tempat bekerja terbaik di Amerika tahun 2007 oleh majalah Fortune. Di sana suasananya sangat kekeluargaan, ada makanan gratis tiga kali sehari, ada tempat perawatan bagi bayi ibu muda, bahkan sampai kursi pijat elektronik pun tersedia. Mereka sadar, di balik sukses inovasi yang dilakukan Google, ada banyak doktor matematika dan lulusan terbaik dari berbagai universitas yang membantu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larry dan Sergey memang tak pernah menduga Google akan sesukses sekarang. Kedua orang yang terlahir dari keluarga ilmuwan – ayah Sergey adalah doktor matematika, sedangkan Larry adalah putra almarhum doktor pertama komputer di Amerika – ini memang hanya berangkat dari sebuah masalah &lt;em&gt;sederhana&lt;/em&gt;. Mereka berusaha memecahkan masalah tersebut, dan berbagi dengan orang lain. Namun, justru dengan &lt;em&gt;kesederhanaa&lt;/em&gt;n dan integritas mereka, mampu membuat Google saat ini menjadi mesin pencari terdepan, dikunjungi lebih dari 300 juta orang perhari. Diterjemahkan dalam 88 bahasa dengan nilai saham mencapai lebih dari 500 dolar AS per lembar, membuat sebuah kesederhanaan menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; Sebuah niat mulia, meski sesederhana apapun, jika dilandasi kerja keras dan integritas yang tinggi, akan menghasilkan sesuatu yang istimewa. Hal tersebut nampak dari contoh kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin di atas. Google yang mereka dirikan terbukti telah membantu banyak orang untuk bisa mendapatkan apa saja dari internet. Dan kini, mereka pun mendapatkan imbalan yang bahkan tak diduga mereka sebelumnya. Kesuksesan sejati memang akan terasa saat kita bisa berbagi. Dan, Larry serta Sergey membuktikannya sendiri.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-7227843060559820797?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/7227843060559820797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=7227843060559820797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/7227843060559820797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/7227843060559820797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/google-bukti-kekuatan-kesederhanaan-dan.html' title='Google, Bukti Kekuatan Kesederhanaan Dan Integritas'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6492621635344437334.post-6738296326489730515</id><published>2008-08-09T07:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T08:00:26.408-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Bersyukur</title><content type='html'>&lt;div class="bacNonBorder" style="height: 21px; text-align: justify;"&gt;       &lt;div style="padding-left: 6px; padding-right: 6px; font-family: Verdana; font-weight: bold; font-size: 13px; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;!--&lt;body onload="refresh4();refresh3();"&gt;--&gt;    &lt;img src="http://www.andriewongso.com/photopenulisthumb/th_b65c1.JPG" style="margin-right: 8px;" align="left" border="0" /&gt; &lt;b&gt;Kekuatan Bersyukur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&lt;span id="awc"&gt;&lt;/span&gt;--&gt; Oleh : Andrie Wongso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, ada seorang pemuda mendatangi pamannya yang berhasil menjadi pengusaha sukses. Dia ingin tahu, apa rahasia di balik sukses pamannya menjalankan beragam bisnis yang dimilikinya. Pamannya memang terhitung sangat mumpuni dalam berbagai bidang usaha. Ia di antaranya menjadi pemilik beberapa gerai berlisensi, distributor besar besi baja, pengusaha ekspor impor produk retail. Ia bahkan juga sukses menjadi seorang investor saham yang sangat piawai dan memiliki berbagai investasi yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman, bolehkah aku bertanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang paman pun tersenyum kepada keponakannya, "Apa yang bisa Paman tahu, pasti akan Paman jawab semua pertanyaanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda lantas meneruskan pertanyaannya, "Saya sangat kagum pada keberhasilan Paman. Kalau boleh tahu, apa rahasia sukses Paman hingga memiliki beragam bisnis yang berbeda, tapi rata-rata bisa sukses seperti saat ini? Padahal, saya tahu bahwa pendidikan Paman tidak cukup tinggi, bahasa Inggris pun &lt;em&gt;belepotan&lt;/em&gt;. Hebatnya, saya lihat sendiri, orang-orang yang bekerja sama dengan Paman rata-rata justru berpendidikan jauh di atas Paman. Bagaimana bisa begitu paman? Saya benar-benar ingin tahu dan belajar dari Paman," ungkap si keponakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hahaha, paman sih hanya mengandalkan insting dan berkat Tuhan," jawab si paman sambil tertawa lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat jawaban yang kurang memuaskan, si pemuda langsung mencecar dengan pertanyaan, "Insting? Apa maksud Paman? Berkat Tuhan? Kenapa Tuhan bisa memilih Paman untuk diberkati?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini, pertama-tama, jujur paman akui bahwa pamanmu ini memang tidak berpendidikan formal, tetapi bukan tidak terdidik. Justru karena pendidikan paman rendah, paman memulai segala sesuatu melalui jalur &lt;em&gt;trial and error&lt;/em&gt;. Dan, jika dihitung dengan uang, pendidikan yang paman tempuh biayanya sungguh sangat besar. Sama dengan biaya di sekolah formal, malahan bisa-bisa lebih mahal. Orang tahunya paman yang sukses hari ini. Orang mungkin tidak pernah tahu berapa kali paman jatuh bangun mendirikan bisnis ini. Pengalaman mengajarkan, tidak peduli berapa kali kita jatuh, pastikan bangun lagi! Akhirnya paman pun berhasil menguasai ‘&lt;em&gt;know how'&lt;/em&gt; bisnis dengan baik. Dan, setelah paman berhasil menanamkan fondasi dan mulai merangkak naik, juga tidak lantas berpuas diri. Ingat, semakin tinggi pijakan kita, angin pun semakin kencang dan selalu berubah arah. Maka di dunia usaha yang terus berubah, kita harus pandai-pandai belajar membaca arah dan perubahan angin. Setelah itu, barulah mengatur bagaimana manajemen yang baik dan mendelegasikan pekerjaan melalui anak-anak muda yang berpendidikan tinggi seperti kamu," terang paman panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda tampak memerhatikan dengan serius semua ucapan sang paman. Ia kemudian menyela, "Lantas, bagaimana Paman menyebut bahwa diri Paman diberkati Tuhan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan memberi berkat kepada setiap manusia. Tergantung Kita yang menerima, bagaimana mengelola, memanfaatkan, dan mengembangkan berkat itu dengan kemampuan kita yang luar biasa! Maka, paman selalu percaya, berkat Tuhan selalu tersedia untuk paman! Bagaimana, puas dengan pelajaran hari ini?" sebut paman masih dengan senyuman hangatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih Paman. Saya berjanji akan belajar mengelola berkat seperti yang telah Paman lakukan. Tolong jangan bosan mengajari  saya ya paman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Pembaca yang budiman,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Kalau kita mampu menyadari dengan benar sesungguhnya berkat ada di mana-mana, maka tak ada alasan bagi kita untuk tidak berjuang mewujudkan berkat itu menjadi sebuah manfaat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Namun, semua itu tergantung bagaimana kita mengerti dan mengembangkan di jalan yang benar dan baik. Sebagai manusia, &lt;em&gt;tien sen wo cai pik yu yung&lt;/em&gt;, kita dilahirkan di dunia ini pasti ada gunanya. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Kalau manusia sudah memiliki pemahaman tentang keberadaannya, maka akan muncul keyakinan bahwa kita semua mempunyai hak untuk sukses,  "Success is My Right!" Dengan demikian, setiap hari kita akan mampu mensyukuri setiap apapun yang kita teriam. Dan, utamanya lagi, kita juga akan selalu penuh senyum menatap hari depan dengan semangat dan optimis.  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Salam sukses luar biasa!!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Andrie Wongso&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6492621635344437334-6738296326489730515?l=motivation-resources.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motivation-resources.blogspot.com/feeds/6738296326489730515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6492621635344437334&amp;postID=6738296326489730515' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/6738296326489730515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6492621635344437334/posts/default/6738296326489730515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motivation-resources.blogspot.com/2008/08/kekuatan-bersyukur.html' title='Kekuatan Bersyukur'/><author><name>Didik Apriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
